‘Wanita Teknik Pendingin’ Ikut Pelatihan saat Pandemi COVID-19

CALANG, ACEHEKSPRES.COM – Masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan masa masyarakat dituntut untuk mematuhi protokol kesehatan (Prokes) yang telah ditetapkan pemerintah.

Setiap kegiatan harus dijalankan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, cuci tangan dengan menggunakan sabun, pola hidup bersih, makan makanan yang bergizi, bahkan terkadang masyarakat dituntut untuk tetap berada dirumah aja.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengadapi krisisnya pandemi COVID-19, Pemerintah Republik Indonesia tidak hanya berdiam saja.

Akan tetapi, kucuran dana segar tengah gencar-gencarnya disalurkan pemerintah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Selain dana segar, pemerintah juga menyalurkan bantuan lainnya. Bahkan Pemerintah RI tak luput menyalurkan bantuan dalam bentuk pendidikan dan pelajaran untuk masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Seperti dikutip ACEHEKSPRES.COM dari beberapa sumber terpercaya, Pemerintah RI telah menyalurkan berbagai macam bantuan yang terdampak selama pandemi COVID-19, seperti:

1.Bantuan Sembako
Bantuan sosial berupa paket sembako dikucurkan sejak awal pandemi COVID-19 terjadi di Indonesia pada Maret lalu.

2.Bantuan Sosial Tunai (BST)
Masyarakat mendapatkan dana secara tunai sebesar Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan, dan 3 bulan selanjutnya diberikan dengan jumlah Rp 300.000. per bulan disalurkan melalui PT. Pos Indonesia.

3.Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD)
Masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan, dan 3 bulan selanjutnya Rp 300.000. per bulan Penyaluran  BLT-DD diberikan oleh aparatur kepada masyarakat di Kantor Desa.

4.Listrik Gratis
Pemerintah juga memberikan insentif tarif listrik pelanggan yang terdampak pandemi COVID-19. Insentif ini berupa pembebasan tagihan bagi pelangan 450 VA, diskon 50 persen listrik bagi pelangan 900 VA, penghapusan biaya minimum, dan penghapusan abonemen.

5.Kartu Prakerja
Kartu Prakerja dirilis pemerintah untuk membantu karyawan yang terkena PHK dan pengangguran.

6.Subsidi Gaji Karyawan
Baru-baru ini, pemerintah memutuskan mengucurkan bantuan subsidi gaji bagi karyawan atau peserta BPJS Ketenagakerjaan yang gajinya di bawah Rp 5 juta per bulan.

7.BLT Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM)
Terakhir, pemerintah mengucurkan bantuan para pelaku usaha mikro kecil menegah (UMKM) berupa dana hibah atau bantuan langsung tunai (BLT).

Skemanya, yakni kucuran bantuan modal usaha Rp 2,4 juta yang ditransfer langsung ke rekening penerima.

Walaupun ditengah pandemi COVID-19, Lembaga Khursus Pendidikan (LKP) APMA Service yang terletak di Jalan Meulaboh – Banda Aceh, Gampong Tanoh Manyang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh tetap menjalankan pelatihan teknik dalam upaya menurunkan angka pengangguran.

Di LKP APMA Service tersebut, peserta dilatih untuk dapat bekerja sebagai teknisi. Para pemuda-pemudi diajarkan tentang elektronika, teknisi pendingin AC dan kulkas, serta teknisi Handphone (HP) sebagai upaya persiapan diri dalam menghadapi pasca pandemi COVID-19.

“Dibentuknya LKP APMA Service ini dalam upaya menurunkan angka pengangguran kususnya di Provinsi Aceh,” ujar Instruktur LKP Apma Service, Bustanul Arif kepada ACEHEKSPRES.COM, Minggu, 25 Oktober 2020.

Selain untuk menurunkan jumlah pengangguran, Bustanul menjelaskan, hal itu juga dilakukan pihaknya untuk menambah pengetahuan, sehingga para peserta bisa mengetahui dan kesiapan kerja dalam hal teknik pendingin AC, kulkas, elektronika dan teknisi HP.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat bekerja dilapangan dengan pengetahuan yang telah kita berikan,”  harap Bustanul.

Putra tunggal Muklis AW itu menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan dimasa pandemi COVID-19 itu digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

Iklan Pelantikan Gebernur Nova 2020 dari Pemkab Nara

“Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, kegiatan ini tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, cuci tangan, dan makanan langsung kami yang siapkan sendiri,” kata Bustanul.

Dalam kegiatan itu, instruktur LKP APMA Service mengajarkan cara pengelasan dan penyambungan pipa kuningan, perbaikan dan service AC/kulkas kepada peserta.

Selanjutnya juga mengajarkan teori-teori tentang barang elektronik pendingin lainnya.

“Peserta tidak dibatasi laki-laki atau perempuan, asalkan punya kemauan dan niat ingin belajar. Jika memang mau mengikuti aturan dan tidak melanggar aturan yang berlaku, silahkan ikut pelatihan di LKP APMA service,” pungkas Bustanul.

Kegiatan pelatihan yang sangat menarik dan menjanjikan itu tidak hanya diikuti peserta laki-laki saja, akan tetapi 1 orang diantara 20 peserta merupakan perempuan.

Seperti kebanyakan banyak perempuan yang lentik jari jemarinya digunakan untuk menaburi wajahnya dengan bedak, celak, maskara dan lain sebagainya, hal itu tidak menyurutkan niat peserta perempuan dalam melaksanakan aksinya dalam belajar teknik pendingin.

Namanya Rindi Seftiawati, 24, wanita asal Kota Meulaboh ini dengan tangguh dan teliti mengikuti alur-alur pelatihan.

Memotong pipa kuningan ia sangat handal, teknik pengelasan pun ia sangat cekatan. Bahkan peserta lainpun menobatkannya dengan panggilan ‘Perempuan Teknik Pendingin’.

Kenapa tidak, diantara para peserta yang didominasi kaum adam itu, dengan menggunakan jari jemari yang lentur dia terus berupaya untuk menuai hasil pelatihan teknik pendingin yang memuaskan.

“Dari kecil saya sangat tertarik dengan ilmu teknik, ya teknik elektronika kususnya. Perempuan diciptakan bukan hanya untuk bedak-bedakan saja. Selama masih dalam hal positif, tidak salahnya perempuan meniti pekerjaan yang dikerjakan kaum laki-laki,” sampai Rindi.

Apalagi untuk menghadapi pandemi COVID-19, kata Rindi, ketertarikannya ikut pelatihan tersebut untuk dapat mengembangkan kemampuan teknik yang selama ini ditekuni perempuan berhidung mancung itu.

“Untuk mengenai usaha, saya juga sudah buka bengkel sendiri. Ikut pelatihan ini agar kedepannya ilmu yang saya dapatkan tidak hanya tertanam dalam diri sendiri, tapi bisa meneruskan dan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) baru bagi pengusaha muda,” cetus Rindi.

Wanita kelahiran Kota Bandung itu menjelaskan, ia punya alasan tersendiri terjun ke dunia perkuncian.

Ia menilai kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan itu ada. Bahkan ia juga mengatakan, perbedaan jenis gender tetap harus diterima dengan perlakuan yang sama.

“Sebetulnya mengapa ikut pelatihan ini, saya ingin membuktikan bahwa kesetaraan gender itu ada. Pandangan semua orang seharusnya menerima perlakuan yang setara dan tidak didiskriminasi,” jelas Rindi.

Bunga revolusi itu menambahkan, apalagi ditengah pandemi COVID-19, banyak karyawan kena PKH dari tempat kerjanya, banyak karyawan diputuskan kontraknya oleh perusahaan, banyak masyarakat yang terhimpit perekonomian.

Maka sudah sepantasnya ia yang punya kemampuan itu membuka lapangan pekerjaan.

“Selama pandemi ini banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Oleh karena itu, saya berpikir dan berniat ingin membuka lapangan pekerjaan dan bisa menciptakan SDM yang mumpuni,” kata Rindi

Terakhir Rindi berpesan, untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19, ia berharap agar masyarakat dapat mematuhi Prokes tentang COVID-19 sesuai anjuran yang telah ditetapkan pemerintah.

“Tetap ikuti Prokes COVID-19, gunakan masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak, kurangi aktifitas diluar rumah, makan makanan yang bergizi, serta selalu jaga diri. Semoga saja pandemi COVID-19 segera berakhir di Indonesia,” tutup ‘Perempuan Teknik Pendingin, Rindi Seftiawati.[]

Iklan Cuci Tanggan COVID-19 Nagan Raya
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.