Tipu Nasabah, Polres Abdya Sita Aset Mewah Mantan Karyawati BRI Blangpidie

BLANGPIDIE, ACEHEKSPRES.COM – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil menyita sejumlah aset Rovina Septianda (27) alias Vina mantan karyawati Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Blangpidie.

Asset mewah tersebut diduga dibeli dengan uang aksi penipuan terhadap Nasabah Bank BRI yang dilakukan tersangka sejak beberapa tahun lalu, sedangkan korban dari pengusaha kakap, pejabat dan pensiunan.

Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution SIK mengatakan, total kerugian korban penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh wanita kelahiran Air Berudang itu hampir mencapai Rp.10 miliar rupiah.

“Dari hasil penyidikan, total dana yang berhasil dihimpun tersangka RS sejumlah Rp. 9.989.001.000,” ungkap Muhammad Nasution didampingi Wakapolres, Kompol Zainuddin, Kabag Ops, AKP Haryono dan Kasat Reskrim, AKP Erjan Dasmi.

Hal itu disampaikan Kapolres AKBP Muhammad Nasution dalam Konferensi Pers terkait penipuan dan penggelapan, yang dilakukan oleh Rovina Septianda (27) alias Vina mantan karyawati Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Blangpidie, Rabu, 22 Juli 2020.

Kegiatan yang digelar di halaman Mapolres Abdya tersebut merupakan update perkembangan tentang kasus penipuan yang dilakukan oleh ‘Inoeng Ceudah’ (wanita cantik) Vina, warga Gampong Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya tersebut.

Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution didampingi Wakapolres, Kompol Zainuddin, Kabag Ops, AKP Haryono dan Kasat Reskrim, AKP Erjan Dasmi memperlihatkan berang bukti kasus dugaan penipuan Nasabah Bank BRI, Rabu, 22 Juli 2020. [T.Khairul Rahmat Hidayat /Acehekspres.com]
Namun walaupun demikian, dalam pengembangan kasus tersebut, Tim Penyidik Sat Reskrim Polres Abdya telah berhasil menyita sejumlah barang bukti yang didapatkan dari pelaku juga dari korban penipuan yang dilakukan oleh RS.

“Barang bukti berupa barang yang telah berhasil disita dari RS dan dari reward yang telah diberikan kepada korban bernilai Rp. 1.719.200.000,-” ujar Nasution.

Iklan Hari Raya Idul Adha 2020 dari Pemkab Abdya

Dalam kasus penggelapan dan penipuan tersebut, menurut Kapolres Abdya, tersangka RS telah mengembalikan sejumlah uang tunai kepada korban, hal itu juga sebagai reward yang diberikan tersangka sebelum kasus tersebut terungkap.

“Reward dalam bentuk uang tunai yang telah diberikan tersangka RS kepada korban senilai Rp. 4.315.251.000,” kata Kapolres Abdya.

Nasution juga menambahkan, dari sejumlah uang dan barang yang telah dikembalikan kepada korban dalam bentuk reward oleh tersangka RS, masih ada sisa yang saat ini dalam penyelidikan penyidik Polres Abdya.

“Untuk sisanya Rp. 3,9 miliar lagi, masih dalam penyelidikan anggota kita, nanti jika sudah ada perkembangan lebih lanjut akan kita informasikan kembali,” imbuhnya.

Menurut Kapolres Abdya, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan korban yang telah melapor ke Polres Abdya.

“Dalam pengembangan kasus ini, kita telah memeriksa sebanyak 29 orang saksi, terdiri dari pedagang, anggota DPRK Abdya, pensiunan Bank yang menjadi korban tersangka RS,” papar Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution.

Barang bukti yang disita berupa, kendaraan roda empat jenis Honda Jazz sebanyak 1 unit, Honda HRV 1 unit, kendaraan roda dua jenis Scoopy 3 unit, N-Max 3 unit, Yamaha MT 1 unit, sepeda lipat 2 unit,

1 batang emas antam 50 gram, 2 perhiasan gelang emas, kulkas mewah 1 unit, mesin cuci frond loading 1 unit, dispenser Polytron 1 unit, 3 unit TV LED Sharp 32″, 2 unit TV LED Panasonic 55″, 1 unit TV LED Panasonic 43″, 1 unit oven listrik,

Handphone sebanyak 5 unit, 1 unit EDC BRI, 5 lembar kartu ATM, 3 lembar STNK, 2 lembar BPKB, 1 lembar buku tabungan BRI Syariah, 7 lembar kwitansi, 1 examplar rekening koran, 1 buah ID Card BRI atas nama tersangka, dan uang sejumlah Rp.3.358.000,-.[]

Iklan Sosialisasi Covid-19 dari Pemkab Nagan Raya
Iklan HUT ACEHEKSPRES.COM ke 2 dari Kadis PUPR NR Adi Martha
Anda mungkin juga berminat
Iklan HUT ACEHEKSPRES.COM ke 2 dari Direktur RSUD SIM Nara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.