Sulit Akses Jaringan, Mahasiswa Aceh Barat Daring Diatas Gunung

MEULABOH, ACEHEKPRES.COM – Mahasiswa di pedalaman dalam Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat terpaksa belajar dalam jaringan (Daring) di atas gunung di daerah itu.

Pasalnya, masyarakat daerah ini masih belum terjangkau sinyal telekomunikasi maupun internet yang saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat, mahasiswa dan mahasiswi setempat.

Berkembangnya jaman terus dibarengi dengan perkembangan teknologi telekomunikasi yang terus maju dan canggih.

Perkembangan tersebut membuat kebutuhan masyarakat seperti sinyal internet menjadi sangat tinggi.

“Nampaknya masih belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di Lawet dan sejumlah gampong di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat. Pasalnya, masyarakat daerah ini masih belum terjangkau sinyal telekomunikasi maupun internet,” kata Marzuki Arsyad, Rabu, 26 Agustus 2020.

Jangankan untuk mengakses internet, terkadang hanya untuk memberi kabar atau mencari informasi yang penting melalui SMS atau telpon saja sangat sulit.

Ucapan Berdeka Meninggal Ibunda Wabup Nara dari Pemkab Nara

Daerah tersebut memang sebagian masih belum tersentuh jaringan sinyal telekomunikasi. Tak heran apabila masyarakat di wilayah semacam ini relatif tertinggal lantaran terbatasnya informasi yang didapat.

Untuk mengakses sinyal internet, masyarakat bahkan harus keluar dari rumah dan mencari tempat-tempat yang sekiranya berada di daerah tinggi dan mudah sinyal. Tak jarang masyarakat harus ke gunung untuk mendapatkan sinyal.

“Masih sangat susah kalau internet. Harus cari tempat dulu, biasanya pada ke gunung kalau mau lancar komunikasinya. Telpon atau SMS ya tidak begitu lancar juga, apalagi sekarang ada siswa yang belajar Daring sehingga dapat menghambat proses belajar mereka,” kata Marzuki Arsyad, warga Gampong Sikundo

Sementara itu, tokoh pemuda Gampong Lawet Mustafa menyampaikan, kurangnya akses telekomunikasi yang terjadi gampongnya sangat merugikan masyakarat, karena untuk melakukan komunikasi dengan keluarga yang ada di luar daerah tidak bisa dilakukan.

Tapi terpaksa terpaksa melakukan komunikasi dengan berkunjung langsung. Untuk itu, dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat melalui Dinas terkait, dapat segera melakukan langkah-langkah bijak mengatasi permasalahan ini.

“Karena sampai saat ini di beberapa gampong tidak ada jaringan komunikasi seluler. Jadi, kami berharap pemerintah Aceh Barat dan pihak penyedia telekomunikasi dapat membantu pemasangan jaringan yang menjangkau wilayah kami,” harapnya.

“Pasalnya, tanpa adanya jaringan komunikasi, kami tidak bisa melakukan komunikasi dengan keluarga serta tidak mengetahui banyak informasi yang diperoleh melalui jaringan telekomunikasi yang tentunya juga akan berdampak terhadap kemajuan ekonomi kami,” tambahnya.[]

Iklan Sosialisasi Covid-19 dari Pemkab Nagan Raya
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.