RSUTP Abdya Hancurkan Obat-Obatan Senilai Rp 2,5 Milyar

BLANGPIDIE, ACEHEKSPRES.COM – Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hancurkan obat-obatan sernilai Rp. 2,5 milyar.

Pelaksanaan penghancuran obat-obatan tersebut dilingkungan RSUTP di Jalan Nasional Meulaboh-Tapaktuan, tepatnya di Padang Meurante, Kecamatan Susoh, Kabupaten setempat.

Direktur RSUTP, Dr. Ismail Muhammad, Sp.B mengatakan, obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang dihancurkan tersebut merupakan obat-obatan yang telah kadaluarsa.

“Yang dimusnahkan ini semuanya sudah kadaluarsa dan merupakan akumulasi dari tahun 2011 hingga Juni 2020 yang telah berdampak pada sediaan ruang penyimpanan RSUTP,” kata Direktur RSUTP Ismail Muhammad kepada ACEHEKSPRES.COM, Jumat, 20 November 2020.

Tambahnya, proses pemusnahan obat dilaksanakan oleh tim yang telah memperoleh SK dari Bupati Abdya, yang terdiri dari unsur Pimpinan Daerah, Dinkes, RSUTP, Inspektorat, Polres Abdya, Kejari Abdya, dan Badan Keuangan Kabupaten Abdya.

Tujuan pelaksanaan penghancuran obat dan BMHP untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh pengguna sediaan kefarmasian yang tidak tepat.

“Untuk memenuhi persyaratan mutu, keamanan dan kemanfaatan, menekan biaya pemeliharaan obat, serta mencegah pencemaran lingkungan,” kata Dr. Ismail Muhammad yang kerap disapa Dr. Ismuha

Iklan Cuci Tanggan COVID-19 Nagan Raya

Ismuha juga menguraikan jenis obat-obatan dalam daftar obat dan BMHP yang dimusnahkan tersebut. Bahkan diantaranya termasuk narkotik dan jenis obat lainnya.

“Adapun jenis barang yang dimusnahkan berupa obat narkotik, psikotropik, prekusor farmasi, obat-obat tertentu, anti biotik, Analgetik anti piretik, dan obat golongan lainnya serta BMHP kadaluarsa sejak tahun 2011 hingga Juni 2020,” sebaut Ismuha.

Sementara itu, Ismuha menyebutkan nominal angka untuk keseluruhan obat yang telah dimusnahkan pihaknya tersebut mencapai nilai miliaran rupiah.

“Jika dijumlahkan, semuanya bernilai Rp.2.501.105,870,-” sebut Dr. Ismuha.

Selanjutnya Ismuha menyampaikan, setelah barang dipilah dan dihancurkan, barang-barang yang telah hancur itu akan diangkut ke Jakarta untuk dilakukan pemusnahan lebih lanjut.

“Setelah barang dipilah dan dihancurkan, kemudian diangkut menggunakan jasa pihak ketiga yaitu PT. Roro Ageung Pertiwi.

Kemudian dimusnahkan oleh PT. Wastec International di Jakarta sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun,” kata Dr. Ismuha.[]

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.