Iklan HUT ACEHEKSPRES.COM ke 2 dari Pemkab Nara

Polresta Banda Aceh Sita 5,74 Gram Sabu dari 2 Tersangka, 1 Pengedar Jadi DPO

Iklan Hari Raya Idul Fitri 2020 dari Bupati

BANDA ACEH, ACEHEKSPRES.COM – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Banda Aceh kembali menangkap dua pelaku pengedar sabu di kawasan Gampong Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Rabu siang 1 April 2020.

Penangkapan kedua pelaku pengedar narkotika jenis sabu tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat gampong Punge Jurong, Banda Aceh yang sudah merasa resah dengan seringnya pengedaran barang haram tersebut.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasatres Narkoba Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang, SIK mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan pada saat pelaku sedang berada pinggir jalan samping rumah yang di targetkan oleh petugas.

“Pelaku yang ditangkap berinisial HM (36) ditangkap samping rumahnya di Punge Jurong dan berhasil diamankan sabu yang sedang di genggamnya seberat 0.18 gram beserta sepeda motor dan handphone sebagai alat bantu,” kata Boby.

Iklan HUT ACEHEKSPRES.COM ke 2 dari Diskominfoktik NR Drs Said Amri

Setelah dilakukan pengembangan, HM mendapatkan narkotika tersebut dari MI (36) warga di gampong yang sama. HM membeli sabu pada MI pada hari Senin 30 Maret 2020 dirumah tersangka MI sekitar pukul 15.00 Wib.

Kemudian, petugas melakukan penyelidikan keberadaan MI, dan ianya berhasil diringkus petugas dengan barang bukti sabu seberat 5,56 gram yang diletakkan diatas rumput dekat kandang ayam miliknya.

“Dari MI, petugas menyita sabu seberat 5,56 gram dan dua unit handphone, sejumlah uang dan satu buah timbangan digital. MI sendiri mendapatkan sabu tersebut dari MIS pada hari Rabu 16 Maret 2020 di gampong Reubee, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie seharga Rp 3 juta,” kata Kasatres Narkoba Kompol Boby.

Saat ini, MIS ditetapkan sebagai DPO oleh petugas. Kedua pelaku membeli sabu dengan tujuan untuk menjual lagi kepada orang lain dengan harapan mendapatkan keuntungan yang lebih.

“HM dan MI saat ini mendekam disel tahanan Polresta Banda Aceh, dan diancam dengan Pasal 112 ayat  Jo Pasal 114 ayat 2 dari Undang – Undang No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara,” tutup Kasatres Narkoba Kapolresta Banda Aceh, Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang, SIK.[]

Iklan HUT ACEHEKSPRES.COM ke 2 dari Dinas Perkim Nagan Raya
Iklan HUT ACEHEKSPRES.COM ke 2 dari Kadis PUPR NR Adi Martha
Anda mungkin juga berminat
Iklan HUT ACEHEKSPRES.COM ke 2 dari Direktur RSUD SIM Nara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.