Polres Nagan Raya Tangkap Pelaku Dugaan Cabuli

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Nagan Raya menangkap pelaku dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Pelaku berinisial MZ,50, warga di salah satu Gampong dalam Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya

Korban yang masih usia belia, sebut saja Seroja,15, merupakan seorang santri Pondok Pesantren yang dipimpin pelaku MZ.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno,SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Fadilla Aditya Pratama,SIK mengatakan, kejadian tersebut diketahui setelah memergoki pasangan yang tengah dimabuk asmara tersebut.

“Iya benar, orang tua korban melaporkan MZ karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap anaknya pada Jumat, 25 September 2020,” kata AKP Fadilla Aditya, Minggu, 26 September 2020.

AKP Fadilla menjelaskan, setelah warga pertama melihat MZ dan korban masuk kedalam sebuah kamar bilik pesantren itu, kemudian warga memanggil dan menceritakan kejadian itu kepada dua rekannya.

“Ketiga warga datang ke tepat kejadian perkara (TKP) untuk melihat langsung kejadian itu, tetapi suasana gelap sehingga tidak terlihat apa-apa,” ujar Kasat Reskrim.

Selanjutnya sampai AKP Fadilla, warga mendobrak pintu kamar bilik pesantren itu untuk memastikan perbuatan MZ terhadap gadis dibawah umur.

Ucapan Berdeka Meninggal Ibunda Wabup Nara dari Pemkab Nara

“Suasana gelap sehingga pelaku dan korban yang berada dalam bilik kamar itu tidak kelihatan, warga kemudian mendobrak pintu bilik asrama dan mendapati pelaku dan korban sedang berduaan,” jelasnya

Kemudian tambah AKP Fadilla, korban yang ketakutan langsung dibawa pulan warga dan menceritakan kerjadian tersebut kepada orang tua korban.

“Karena tidak terima anaknya telah dilecehkan, orang tua korban melaporkan pelaku ke Polres Nagan Raya untuk di tindak lanjuti dan diproses secara hukum yang berlaku,” ujar Fadilla.

Setelah mendapat laporan tersebut, Polres Nagan Raya langsung mengamankan pelaku dan dilakukan penahanan.

“Saat ini pelaku telah kita amankan dan selanjutnya akan kita lakukan penahanan dan melengkapi berkas perkara,” pungkasnya

Atas perbuatannya, pelaku MZ akan disangkakan dengan Pasal 76D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Pasal 81 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah penganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016

tentang perubahan ke dua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.[]

Iklan Sosialisasi Covid-19 dari Pemkab Nagan Raya
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.