Polres Nagan Raya Tahan Pemilik akun Facebook Teuku Raja Indra

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nagan Raya resmi menahan tersangka berinisial TCK,42, pemilik akun facebook Teuku Raja Indra, Jumat malam, 9 Oktober 2020.

Penahanan terhadap tersangka TCK atau pemilik akun facebook Teuku Raja Indra setelah menyandang status tersangka melalui gelar perkara, Jumat siang.

Gelar perkara oleh penyidik Polres Nagan Raya ikut disaksikan kuasa hukum terlapor dan pelapor dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Bupati Nagan Raya di media sosial (Medsos) Facebook.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno SIK melalui Kasat Reskrim AKP Fadillah Aditya Pratama,SIK mengatakan, TCK telah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara.

Sampai Jumat malam, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka TCK kasus dugaan pelangaran undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, malam ini masih diperiksa penyidik, setelah pemeriksaan nanti akan dilakukan penahanan, tersangka ditahan sesuai prosedur,” kata AKP Fadillah Aditya Pratama.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nagan Raya akan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pencemaran nama baik Bupati Nagan Raya.

Pasalnya, surat ‘keramat’ yang dimiliki pelaku berinisial TCK pemilik akun fecebook Teuku Raja Indra tidak menunjukkan sebagai gangguan jiwa atau gila.

Ucapan Berdeka Meninggal Ibunda Wabup Nara dari Pemkab Nara

Pencemaran nama baik Bupati Nagan Raya  tersebut diduga dilakukan pelaku melalui media sosial (Medsos) Facebook oleh akun  Teuku Raja Indra beberapa waktu lalu.

“Proses hukum pencemaran nama baik terhadap Bupati Nagan Raya yang diduga dilakukan oleh pelaku TCK,42, akan tetap berlanjut,

proses hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” kata Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno kepada ACEHEKSPRES.COM via telepon seluler, Selasa, 22 September 2020.

Terkait surat yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh tanggal 14 September 2020, menyebutkan dalam surat itu TCK pasien berobat jalan di Poliklinik Psikiatri RSJ Aceh.

Oleh karena itu, polisi akan memintai keterangan terhadap dokter yang menerangkan dr. Malawati SpKj dalam kasus dugaan pelangaran undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

“Kita tidak bisa memastikan yang bersangkutan benar mengalami gangguan jiwa atau tidak, karena hanya pihak rumah sakit yang dapat memastikan,” ujar AKBP Risno.

Dalam surat keterangan yang di tandatangani oleh dr. Malawati SpKj tersebut menjelaskan, terlapor TCK merupakan pasien berobat jalan di Poliklinik Psikiatri RSJ Aceh yang perlu dievaluasi dan berobat teratur.

“Bahwa benar pasien (TCK) berobat jalan di Poliklinik Psikiatri RSJ Aceh pada tanggal 14 September 2020. Pasien perlu evaluasi untuk berobat teratur,” tulis dalam surat yang tandatangani dr. Malawati.[]

Iklan Sosialisasi Covid-19 dari Pemkab Nagan Raya
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.