Polisi Gagalkan 1 Kg Sabu asal Aceh, 2 Warga Ditangkap

PADANG, ACEHEKSPRES.COM – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatra Barat (Sumbar) menangkap dua pengedar sabu lintas provinsi asal Aceh di Jalan Lintas Sumatera Kilometer 200 Gunung Medan, Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat, 14 Agustus 2020 , sekitar pukul 18.30 WIB

Dari tangan tersangka polisi mengamankan 1 kilogram sabu. “Ada dua pelaku tersangka berinisial ZK, 26, asal Sumut dan berinisial MY 24 asal Aceh. Kami amankan barang bukti 1 kilogram sabu,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu.

Penangkapan kedua tersangka dilakukan oleh personel setelah melakukan penyelidikan dalam menindaklanjuti informasi dari masyarakat.

“Informasi awal pengiriman sabu dari Aceh ke Jambi melewati Dharmasraya menggunakan Avanza warna hitam. Dan di tempat kejadian peristiwa (TKP) ditangkap keduanya,” ungkap Satake.

Satake menyebut saat itu kedua tersangka menggunakan mobil, anggota kemudian menggeledah. Lalu ditemukan sabu, paket besar sabu dibalut kain warna hitam disimpan di dashboard depan sebelah kiri.

Ucapan Berdeka Meninggal Ibunda Wabup Nara dari Pemkab Nara

“Dari penggeledahan, anggota menemukan barang bukti satu kilogram dibungkus plastik warna kuning, lima telepon genggam, serta mobil Toyota Avanza, dan sehelai kain warna hitam,” tutur Satake.

Berdasar pengakuan kedua tersangka, mereka diminta mengantarkan sabu tersebut oleh seseorang, dengan imbalan uang Rp 25 juta. Kasus tersebut merupakan jaringan baru dari Aceh.

“Setelah kedua pelaku diinterogasi, sabu diketahui milik laki-laki berinisial Z alias O di Aceh. Kedua pelaku disuruh memasok sabu ke Muaro Bungo Jambi untuk seorang laki laki inisial T dengan upah Rp 25 juta,” ungkapnya.

Penyidik masih memeriksa kedua tersangka. Apabila terbukti bersalah keduanya terancam dijerat Pasal 114 Ayat 2, Pasal 112 Ayat 2 Junto Pasal 132 Ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pidana terhadap kedua pelaku paling cepat 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau seumur hidup. Bahkan juga bisa terancam hukuman mati,” pungkas Satake.[]

Sumber : Padek
Iklan Sosialisasi Covid-19 dari Pemkab Nagan Raya
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.