Iklan HUT RI ke 75 dari Pemkab Nara

Pengadilan Tinggi Banda Aceh Tolak Banding Sengketa Lahan Puskesmas Beutong

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh menolak banding terkait sengketa lahan Puskesmas di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Senin, 14 September 2020.

PT Banda Aceh telah menjatuhkan putusan terhadap permohonan banding yang diajukan oleh Tgk. H. Abdullah Saleh, S.H. selaku kuasa hukum dari Para Pembanding Nurullah, dkk.

Mereka melawan Bupati Nagan Raya, dkk selaku Para Terbanding, dimana dalam amar Putusan Nomor 47/PDT/2020/PT BNA, yang salinan resminya telah diterima oleh Tim Kuasa Hukum Bupati Nagan Raya pada hari Senin, 14 September 2020.

Dalam salinan  itu menyatakan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Suka Makmue tanggal 2 Juni 2020 Nomor 11/Pdt.G/2019/PN.Skm, yang dimohonkan banding.

Tim kuasa hukum Bupati Nagan Raya, yang terdiri dari Said Atah, S.H., M.H.,  Agus Jalizar, S.H., M.H., Zulfika, S.H., dan Abdul Hadi, S.H., sangat menyambut baik putusan tersebut karena telah sesuai dengan bukti dan fakta dalam persidangan.

“Benar, salinan resmi putusan PT Banda Aceh terkait sengketa lahan Puskesmas Beutong, sudah diterima oleh Tim Kuasa Hukum Bupati Nagan Raya

dalam amar putusannya telah menguatkan Putusan PN Suka Makmue yang terdahulu, artinya gugatan yang diajukan oleh Nurullah, dkk tetap ditolak ditingkat Banding

Ucapan Berdeka Meninggal Ibunda Wabup Nara dari Pemkab Nara

serta kita sangat mengapresiasi putusan tersebut karena telah sesuai dengan bukti dan fakta dalam persidangan,” kata Said Atah.

Said Atah melanjutkan, dalam pertimbangan hukum putusan PT Banda Aceh, telah menyatakan.

“Pengadilan Tinggi dapat menyetujui pertimbangan dan putusan majelis hakim tingkat pertama (red – PN Suka Makmue) dalam perkara tersebut karena pertimbangan sudah tepat dan benar,” katanya

hal ini menunjukkan putusan tingkat pertama telah benar dan sesuai dengan fakta, karena dalam persidangan kita membuktikan fakta bukan opini.

Sebagai mana diketahui perkara perdata tersebut berawal dari adanya klaim dari beberapa warga Beutong, Nagan Raya yang terdiri dari Nurullah dan anak-anaknya terhadap lahan puskemas Beutong.

Menurut mereka lahan itu adalah miliknya berdasarkan peninggalan suami dan orang tuanya, namun Pemerintah Nagan Raya menyatakan tanah dan bangunan puskemas tersebut merupakan aset pemerintah Nagan Raya.

Aset tersebut diperoleh dari pelimpahan Aset dari Kabupaten Aceh Barat, yang telah mendirikan Puskemas sejak tahun 1974 dan telah diselesaikan terkait kepemilikan tanahnya.

namun akhirnya pihak Nurullah dkk melalui kuasa hukumnya Tgk. Abdullah Saleh, S.H.,  mengajukan gugatan perdata ke PN Suka Makmue, yang pada akhirnya dinyatakan ditolak serta melakukan upaya hukum Banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh, namun tetap juga ditolak.[]

Iklan Sosialisasi Covid-19 dari Pemkab Nagan Raya
Iklan HUT ACEHEKSPRES.COM ke 2 dari Kadis PUPR NR Adi Martha
Anda mungkin juga berminat
Iklan HUT ACEHEKSPRES.COM ke 2 dari Direktur RSUD SIM Nara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.