P2TP2A Nagan Raya Ikut Latihan Pendampingan Kasus

Iklan Pelantikan DPRK

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM– Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdyaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) “Gaseh Hate” Kabupaten Nagan Raya gelar pelatihan pendampingan kasus bagi anggotanya.

Pelatihan dalam rangka tingkatkan sumber daya manusia (SDM) dengan mengangkat tema “Anggota P2TP2A Cakap, Berintegritas dan Profesional” berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMGP4) Nagan Raya, Kamis 24 Oktober 2019.

Kegiatan pelatihan itu diikuti seluruh anggota P2TP2A “Gaseh Hate” dan sejumlah perwakilan dari dinas terkait. Pelatihan ini dipandu langsung Ketua P2TP2A Rumoh Aceh, Amrina Habibi,SH.,MH.

Selama pelatihan peserta mendapatkan beberapa materi diantaranya perangkat hukum terkait perempuan dan anak, mekanisme pendampingan kasus dan manajemen kasus.

Ketua P2TP2A Nagan Raya, Agus Jalizar, SH.,MH, mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut bertujuan untuk menjadikan anggota lembaga yang dipimpinnya berkompeten dan ahli pada bidangnya.

Sehingga setiap kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di Nagan Raya mendapat pendampingan yang maksimal dari pengurus P2TP2A.

“Setelah pendampingan ini kita berharap kasus-kasus yang terjadi di Nagan Raya bisa terdampingi dengan baik dan jelas, agar kasus benar-benar selesai,” kata Agus Jalizar.

Sementara itu Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPMGP4 Nagan Raya, Ns Salvizar Evi MH Kes, mengatakan agar setiap peserta mengikuti pelatihan secara aktif dan partisipatif. Ia berharap setelah pelatihan, pengurus P2TP2A mampu mengelola, mengadvokasi dan mendampingi setiap kasus yang terjadi di Nagan Raya.

“Saya berharap setiap peserta untuk keterlibatan aktif dan serius selama pelatihan, agar nanti bisa mendampingi kasus secara maksimal, karena pendampingan kasus ini juga bagian amal ibadah bagi kita,” ungkap kabid PP dan PA itu.

Sedangkan Sekdin DPMGP4, Jufri, S Ag, saat membuka acara mengatakan, selama ini banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di tengah masyarakat. Namun kendalanya banyak masyarakat tidak melaporkan.

Untuk itu, katanya, Pemerintah memerlukan beberapa lembaga seperti P2TP2A untuk membantu menjembatani antara pemerintah dan masyarakat.

“Untuk menjalankan ini kita butuh tenaga profesional, salah satu dengan pelatihan seperi ini,” kata Jufri.[]

Iklan Ucapan Selamat DPRK dari PT Socfindo Seumanyam
Anda mungkin juga berminat

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.