Ucapan Idhul Fitri 1440 KONI Nagan Raya

Nuansa Religius Mesjid Keramat Gudang Buloh di Nagan Raya

WTP 11 Nagan Raya

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM Jika anda ke Kabupaten Nagan Raya maka dipinggir jalan Meulaboh-Takengon tepatnya di Desa Ujong Pasie, Kecamatan Suka Makmue anda akan menemukan mesjid Jamik Syaikhuna atau lebih dikenal dengan masjid gudang buloh yang mahsyur dikalangan masyarakat setempat.

Ketika masuk ke masjid ini, anda akan merasakan lekatnya hawa religius, yang mana mesjid tersebut diketahui sebagai salah satu masjid keramat di daerah setempat, sehingga banyak warga dari berbagai daerah di Aceh, hingga mancanegara menunaikan nazar disana.

Masjid megah ini terdiri dari dua lantai yang dilengkapi lima kubah berwarna silver sehingga ketika cahaya matahari memancarkan sinarnya, kubah mesjid terlihat sangat menyilaukan mata. Masjid juga terdiri dari empat kubah kecil diletakkan pada empat sudut.

Sedangkan, kubah dengan ukuran lebih besar diletakkan tepat ditengah-tengah bangunan masjid. Disebelah kanan, terdapat sebuah menara dengan ketinggian lebih kurang 30 meter, dan di bagian depan, terdapat sebuah gong besar dan monumen bertuliskan peresmian masjid.

Konon dahulu sebelum menjadi tempat ibadah, mesjid itu merupakan gudang peralatan dan perkakas para serdadu Belanda saat membuat Jalan Meulaboh-Takengon.

Setelah Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda, bangunan yang terbuat dari bambu ini ditinggalkan begitu saja dan dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai masjid. Itu sebabnya, hingga kini, masjid tersebut dinamakan Masjid Gudang Buloh yang artinya mesjid bekas gudang Belanda yang terbuat dari buloh (bambu).

Pengurus mesjid Gudang Buloh, Makdin (45). (ACEHEKSPRES.COM/BAHARIANDY MAHARDEKA)

Pengurus mesjid, Makdin (45) di Nagan Raya, Minggu 23 Mei 2019 mengatakan setiap minggunya khususnya pada hari Jum’at dan Sabtu, masjid ramai dikunjungi warga untuk melakukan aktifitas religi, tak hanya beribadah layaknya sholat, namun warga sering menjadikan mesjid itu tempat melepas nazar karena dianggap keramat.

Sejauh ini diketahui masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi, sejak diambil alih oleh warga dari serdadu Belanda puluhan tahun silam, mulai dari hanya bangunan berupa bambu hingga kini berkat usaha masyarakat yang memberdayakan masjid tersebut, kini masjid berdiri kokoh dan megah walaupun pada saat benca gempa-tsunami tahun 2004 pernah rusak.[]

 

Iklan HUT 17 Nagan Raya
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...