Meski Izin Dibekukan, PT. Raja Marga Diduga Tetap Terima Kelapa Sawit

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM – Meski Pemerintah telah membekukan sementara izin pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) PT Raja Marga, namun diduga penerimaan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tetap berjalan lancer.

Sebagaimana diketahui, PMKS PT Raja Marga di Gampong Alue Rambot, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya telah dibekukan sementara izin lingkungan, Jumat, 23 Oktober 2020.

Tetapi, berdasarkan informasi diterima wartawan, hari Jumat Jumat, 23 Oktober Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Nagan Raya membekukan izin, tapi pada hari Minggu, 25 Oktober 2020 mereka diduga kembali menerima TBS kelapa sawit.

Pembekuan izin lingkungan berdasar berdasarkan rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh dan ditindak lanjuti dengan surat Bupati Nagan Raya.

Keuchik Gampong Alue Rambot, Hasanuddin mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan masyarakat terkait PMKS PT. Raja Marga melakukan aktifitas dengan menerima TBS kelapa sawit sejak Minggu, 25 Oktober 2020.

Menurut informasi warga, ada sekitar 15 mobil TBS kelapa sawit yang sudah dibongkar di PMKS PT. Raja Marga pada hari ketiga izinnya dibekukan pemerintah Nagan Raya.

“Informasi hari ini, Senin 26 Oktober, ada sejumlah mobil yang sudah antri lagi untuk membongkar TBS kepala sawit,” kata keuchik Hasanuddin, Senin 26 Oktober 2020.

Dirinya berharap perusahaan yang telah dibekukan izinya dapat mengikuti aturan hukum yang ada, jika sedang dibekukan izin, agar tidak melakukan aktifitas dulu di perusahaan.

Secara logika, kita menduga untuk apa mereka menerima TBS kepala sawit itu jikan bukan untuk dilakukan pengolahan.

“Menurut kami PMKS PT Raja Marga ini kalau bisa harus beroperasi kembali seperti biasa guna memampung tenaga kerja yang juga warga setempat,

Tapi seharusnya dengan adanya satu teguran harus mengikuti aturan-aturan yang sudah ditentukan pemerintah, jika masih dalam masa pembekuan izin lingkungan,

Itu perlu diperbaiki dulu sarana dan praseranannya baru dioperasikan kembali, itu yang di harapkan warga kami,” kata keuchik Hasan.

Iklan Pelantikan Gebernur Nova 2020 dari Pemkab Nara

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Nagan Raya Teuku Hidayat,M.Si mengatakan, izin lingkungan PMKS PT Raja Marga masih berstatus dibekukan sementara.

“Jadi selama pembekuan izin lingkungan berlangsung, PMKS PT Raja Marga tidak boleh menlakukan aktifitas, kecuali temuan dilapangan sudah diperbaiki,” kata Teuku Hidayat.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya Zulkarnain mengatakan, yang menjadi substansinya adalah PMKS PT Raja Marga dihentikan operasinya selama masa pembekuan izin.

Terkait dengan penerimaan TBS kelapa sawit, menurutnya tidak masalah sepanjang PMKS tidak melakukan pengolahan bahan baku atau memproduksikan Crude Palm Oil (CPO) kelapa sawit.

“Jika ingin cepat beroperasi maka harus cepat membenahi limbah dan melaporkan ke DLHK agar diturunkan tim pengecekan.   Jika dinilai sudah sesuai kemudian Bupati akan mencabut SK Pembekuan izin,” kata Zulkarnain.

General Manager (GM) PT Raja Marga Said Mustajab,S.Sos membantah jika PMKS yang dipimpinnya melakukan penerimaan TBS kelapa sawit, karena menurutnya itu hanya fitnah yang sering diterima perusahaan.

“Itu tidak benar, selama diberhentikan untuk beroperasi PT. Raja Marga tidak pernah melakukan pembongkaran TBS kelapa sawit,” kata Said saat dikonfirmasi Acehekspres.com,  Senin, 26 Oktober 2020.

Menurut GM PT. Raja Marga, perusahaan tersebut selalu taat pada aturan yang telah ditetapkan pemerintah dan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami tidak terima TBS, sebelum adanya izin dari DLHK Provinsi Aceh dan DLHK Nagan Raya kami tidak terima pembongkaran TBS,” ujar Said

Terkait perizinan PT. Raja Marga dibuka kembali, ia sampaikan, pihak managemen perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin dalam pengurusan izin operasi kembali, sehingga dapat memberikan yang terbaik untuk petani sawit.

“Hari ini saya mau ke DLHK Nagan Raya, selanjutnya juga mau ke DLHK Provinsi Aceh terkait perizinan kembali,” cetus Said.

Terakhir, Said Mustajab juga mengucapkan terimakasih kepada DLHK atas temuannya. Karena hal itu adalah sebagai bentuk kepedulian DLHK dalam upaya kemajuan PT. Raja Marga.

“Terimakasih kepada DLHK Nagan Raya dan DLHK Provinsi Aceh, semoga setelah ada temuan ini, PT. Raja Marga menjadi contoh baik bagi perusahaan-perusahaan lainnya,” pungkas Said Mustajab.[]

Iklan Cuci Tanggan COVID-19 Nagan Raya
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.