Masyarakat Beutong Tolak Bantuan PT. EMM Rp 30 Juta untuk MTQ

-- ads --

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM– Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya menolak bantuan yang diberikan PT.Emas Mineral Murni (EMM) berupa dana Rp 30 juta untuk kegatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan setempat, Kamis 1 November 2018.

Dana tersebut diberikan dalam rangka bentuk partisipasi PT.EMM dalam rangka pelaksanaan MTQ ditingkat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang tahun tahun 2018. Penolakan ini terjadi setelah diadakan musyawarah warga di Kecamatan tersebut.

Bantuan tersebut diberikan PT. EMM untuk kegiatan MTQ melalui Camat setempat yang selanjutnya mau diserahkan kepada panitia MTQ, namun dikarenakan selama ini kondisi masyarakat Beutong Ateuh banggalang dalam suasana menolak kehadiran pertambangan emas PT. EMM beroperasi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang dan proses gugatan secara hukum sedang berjalan.

Ketua Generasi Beutong Ateuh Banggalang (GBAB), Zakaria menjelaskan, proses pengembalian bantuan ini dilaksanakan Camat Beutong Ateuh Banggalang kepada PT EMM, Kamis, 1 November 2018.

GBAB berharap kejadian ini harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih sensitif dan selektif dalam menerima bantuan dalam bentuk apapun dari PT. EMM, karena kita semua telah sepakat menolak PT. EMM di Beutong Ateuh Banggalang.

Selain itu, GBAB juga meminta kepada semua masyarakat untuk lebih hati-hati jangan sampai terpengaruhi oleh isu-isu tertentu yang dapat memecah belah kekompakan masyarakat di lapangan. Semua pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dimana saat ini masyarakat bersama WALHI Aceh telah mengajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) Jakarta untuk pembatalan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi PT. EMM.

Sampai hari ini, dukungan tolak tambang PT. EMM terus diberikan oleh berbagai organisasi di Aceh dalam bentuk aksi dan tandatangan petisi penolakan. Tidak hanya dukungan dari masyarakat sipil, Ormas/OKP, dukungan penolakan juga telah diberikan oleh 14 orang anggota DPRK Nagan Raya, Komisi II DPRA, anggota DPD RI asal Aceh, juga berbagai tokoh penting lainnya di Aceh.

Untuk itu, GBAB meminta pemerintah untuk segera memberikan respon atas aspirasi masyarakat dengan mengirimkan surat rekomendasi kepada pemerintah pusat terkait pembatalan dan pencabutan izin PT. EMM.

Begitu juga kepada PT. EMM, kami harapkan untuk segera menghentikan segala aktifitas di lapangan, karena berdasarkan IUP Operasi Produksi lokasi pertambangan bukan di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang melainkan di Kecamatan Beutong.[]

Penulis: Redaksi

Anda mungkin juga berminat

Comments
Loading...