Ucapan Idhul Fitri 1440 KONI Nagan Raya

Lepat Gayo Sedap Jadi Menu Berbuka Puasa

WTP 11 Nagan Raya

BANDA ACEH, ACEHEKSPRES.COM– Hampir setiap daerah memiliki kudapan khas tersendiri untuk menu berbuka. Makanan tradisional seperti lepat ini sangat sedap jadi mune berbuka puasa.

Tidak kecuali di daerah Gayo, Aceh misalnya, beragam makanan tradisional dijajakan di daerah dataran tinggi tersebut. Salah satu yang menarik ialah kue Lepat. Makanan khas Gayo satu ini hanya bisa ditemukan disaat hari-hari tertentu.

“Lepat itu makanan tradisional yang di wariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang orang Gayo, kalau jaman dulu lepat ini makanan hanya disajikan dalam waktu tertentu saja,” kata salah satu pembuat Lepat, Yayu Gustia warga pondok baru Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah saat dihubungi media ini, Kamis 17 Mei 2018.

Yayu mengatakan, Lepat Gayo dulunya berfungsi sebagai perekat atau pemersatu masyarakat, selain itu juga sebagai indentitas masyarakat Gayo yakni memiliki nilai sebagai ungkapan kesetia kawanan kelompok.

Ia mengisahkan saat zaman duhulu masyarakat Gayo membuat lepat ini secara bergotong royong di rumah adat. Kata Yayu yang membedakan Lepat dengan makanan lain ialah Lepat lebih lama bertahan dan tidak mudah basi.

“Lepat ini bisa bertahan sampai satu bulan, bahkan lebih,” kata Yayu.

Yayu menceritakan pembuatan dasar kue Lepat yakni mengunakan bahan dari tepung beras pulut, kelapa parut, gula aren dan pembungkusnya dengan daun pisang muda.

“Lepat tidak menggunakan pengawet, lepat ini bisa bertahan karna bisa panaskan sewaktu-waktu,” ungkap dia.

Sementara itu Hasbi Alwi warga Bener Meriah lainnya mengatakan penyebab kudapan kue Lepat bisa bertahan lama itu tergantung pengaruh suhu ruangan.

“Kemudian pembuatanya juga dengan cara digantung diatas perapian dapur, jadinya lebih awet lagi lepatnya,” kata Hasbi yang saat ini tinggal di Gampong Lampaseh, Kota Banda Aceh.

Hasbi membandingkan seiring dengan perkembangan zaman pembuatan Lepat sebagian masyarakat sudah mengunakan pembuatan dengan cara yang lebih moderen.[]

Penulis: Fahzian Aldevan
Editor: Redaksi

Iklan HUT 17 Nagan Raya
Comments
Loading...