Langgar Hukum Jinayah, Tiga Warga Nagan Raya Dicambuk Ditempat Umum

-- ads --

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM– Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya tetap melaksanakan hukuman cambuk ditempat umum terhadap tiga orang terpidana penjualan minuman keras (Miras), eksekusi cambuk di Alun-alun Suka Makmue, 8 Oktober 2018.

Tiga orang terpidana jarimah khamar yakni Bustami, Sulastri, dan Suwarman yang menjual minuman terlarang itu terbukti secara sah menjual miras.

Sebagaimana diatur dalam pasal 16 Ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan cara hukuman cambuk masing-masing kurang lebih kurang lebih 9 sampai 24 kali setelah dikurangi masa tahanan.

Terlihat 3 orang terpidana itu merintih kesakitan akibat dari deraan rotan yang dilakukan algojo pada masing-masing punggung terpidana.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nagan Raya Sri Kuncoro,SH MH mengatakan pelaksanaan hukum cambuk di wilayah Nagan Raya dan hinggi kini terus dilakukan untuk mengurangi adanya pelanggaran terhadap hukum jinayah di Aceh khususnya di wilayah Nagan Raya.

“Hukum cambuk ini dilakukan agar setidaknya mengurangi bahkan bisa mengikis habis adanya pelanggaran terhadap pelanggaran hukum jinayah yang selama ini di Nagan Raya bahkan di Aceh,” kata Kajari.

Menurutnya, di Aceh sangat diprioritaskan supaya masyarakat menjadi jera dengan hukuman cambuk ini, karena ini suatu kekhususan yang ada di Aceh dan hukum ini masih dijalankan.

Berdasarkan informasi yang beredar bahwa, Gubenur Aceh Irwandi Yusuf pernah memerintahkan pelaksanaan eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar syariat Islam dilaksanakan di dalam lembaga permasyarakatan (lapas) namun, di Nagan Raya tetap melaksanakan di tempat umum.

Dalam hal ini Kejari Nagan Raya Sri Kuncoro mengatakan pelaksanaan hukuman cambuk ini dapat dilakukan di lapas, namun pihak kajari telah berkoordinasi dengan semua pihak pelaksanaan hukuman ini tetap dilakukan di tempat umum agar seluruh masyarakat dapat melihat terkecuali anak-anak.

“Memang hukuman ini dapat dilakukan dilapas, namun kita pelaksanaan hukuman cambuk ini dilakasanakan di Alun-alun ini supaya masyarakat bisa melihat langsung dan ada efek jeranya, dan kita tidak membolehkan anak-anak menonton pelaksanaan hukuman cambuk ini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan untuk seterusnya jika dengan hukuman cambuk yang dilakukan ditempat umum ini dapat meminimalisirkan adanya pelanggaran terhadap hukum jinayah mungkin untuk kedepannya hukuman cambuk ini akan dilaksanakan dilapas.

“Kedepan kita liat dulu kalau dengan hukuman ditempat umum ini dapat meminimalisirkan terhadap pelanggaran hukum jinayah ini, mungkin kedepannya akan kita lakukan dilapas saja,” tambahnya.[]

Penulis: Bahariandy Mahardeka
Editor: Redaksi

Anda mungkin juga berminat

Comments
Loading...