Iklan HUT RI ke 75 dari Pemkab Nara

Keuchik Bohgem Warga Yang Protes Pembelian Kelapa Sawit Gampong

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM – Salah seorang warga Gampong Purworejo, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya diduga dibogem oleh oknum keuchik setempat di Balai Musyawarah gampong, Selasa, 11 Agustus 2020.

Pemukulan itu terjadi karena Keuchik Ishak,50, alias Keuchiek Chung merasa tidak senang atas tindakan warga yang mengkritiknya terkait penyaluran dana untuk pembelian kebun sawit melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang dibeli menggunakan anggaran dana desa (DD) tahun 2018.

“Iya, karena dia yang membawa kertas untuk neken-neken sama masyarakat untuk menggulingkan saya, itu saja intinya,” kata Keuchik Ishak saat dihubungi ACEHEKSPRES.COM via telepon seluler,  Kamis, 13 Agustus 2020.

Selanjutnya, Keuchik Ishak mengaku masalah tersebut dalam penyelesaian Muspika Kuala, dan sedang dalam proses damai.

“Masalah ini dalam proses damai di kantor Camat Kuala melalui Muspika Kuala,” ujarnya.

Saat media menanyakan lebih lanjut tentang perkara itu, Ishak enggan memberikan keterangan, karena menurutnya hal tersebut sudah diproses hukum dan mengarahkan wartawan untuk menguhubungi pihak Kepolisian.

“Karena ini sudah diproses hukum, langsung ke Kapolsek saja,” cetus Ishak.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kuala, Ipda Faisal Riza, SH, MH membenarkan kejadian tersebut, menurutnya pada pukul 20.30 Wib masyarakat berkisar 50 orang mendatangi kantor Keuchik Gampong Purworejo bertujuan untuk rapat membahas tentang penyaluran dana pembelian Kebun Sawit milik BUMG.

“Iya benar telah terjadi pemukukan terhadap salah satu warga, korban atas nama Abdullah,35, pelakunya merupakan Keuchik Gampong Purworejo.

Kejadian itu terjadi saat kegiatan musyawarah tentang penyaluran dana dan pembelian kebun sawit,” kata Ipda Faisal via telepon seluler.

Ucapan Berdeka Meninggal Ibunda Wabup Nara dari Pemkab Nara

Menurut Ipda Faisal, sejumlah masyarakat melihat dan menyaksikan kejadian itu spontan langsung melerai dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda (RSUD SIM) Nagan Raya di Ujong Fatihah.

“Setelah dibawa ke RSUD SIM, korban langsung mendatangi Mapolsek Kuala untuk membuat laporan atas tindakan pemukulan terhadap dirinya yang dilakukan oleh keuchik itu,” ujarnya.

Kapolsek Kuala juga menyampaikan, anggoya piket Polsek Kuala menerima laporan Polisi dan mengambil visum korban penganiayaan tersebut guna untuk proses lebih lanjut.

“Pada saat korban sedang memproses laporan,  tiba-tiba warga Gampong Purworejo menyegel dan memalang kantor Keuchik dengan spanduk yang berisi tuntutan masyarakat,” sampainya.

Kendatipun demikian menurut Kapolsek, setelah mendengar penjelasan Kapolsek Kuala, masyarakat membuka penyegelan kantor Keuchik Gampong Purworejo dan massa membubarkan diri.

“Setelah kita lakukan mediasi dengan masyarakat, pada pukul 00.45 Wib

segel kantor Keuchik dibuka kembali oleh masyarakat. dan pada pukul 01.00 Wib, masyarakat membubarkan diri dengan tertib,” imbuh Ipda Faisal.

Adapun tuntutan masyarakat terhadap keuchik yaitu :

Pertama, Masyarakat meminta Kepada Bupati Nagan Raya dan Kajari Nagan Raya, untuk mengusut tuntas BUMG tentang pembelian lebih kurang 3 hektar kebun sawit dengan menghabiskan anggatan lebih kurang Rp. 300 juta tahun anggaran 2018,

Kedua, Rakyat sudah bodoh, jangan di bodohi terus. Yang di beli kebun sawit itu uang rakyat bukan pribadi, sudah 2 tahun kebun tersebut di beli, tapi kami rakyat tidak tau apa-apa sampai saat ini.[]

Iklan Sosialisasi Covid-19 dari Pemkab Nagan Raya
Iklan HUT ACEHEKSPRES.COM ke 2 dari Kadis PUPR NR Adi Martha
Anda mungkin juga berminat
Iklan HUT ACEHEKSPRES.COM ke 2 dari Direktur RSUD SIM Nara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.