Kejari Nagan Raya Selamatkan Uang Negara Rp 765 Juta

-- ads --

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Nagan Raya telah berhasil menyelamatkan kerugian negara sebanyak Rp 765 Juta selama tahun 2018 ini dari tujuh kasus tindak pidana korupsi di daerah itu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nagan Raya, Sri Kuncoro,SH MH yang disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nagan Raya, Muksin,SH bahwa selama tahun 2018 ini ada tujuh kasus korupsi yang sudah selesai penyidikan yang sekarang sedang dalam proses persidangan di PN Tipikor Banda Aceh.

Tujuh kasus tersebut adalah, kasus proyek pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi bersumber Dana APBN dari bantuan Kementerian Desa Pemerintah Pusat tahun 2015.

Dalam kasus tersebut ada empat tersangka yaitu, Kepala Dinas Sosisal Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nagan Raya Ms, Pejabat pembuat kumitmen (PPK) Rs, konsultan pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi Ah dan Rekanan Ir.

“Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pemukiman rumah Transimgrasi di Dusus Ketubong Tunong, Gampong Blang Lango, Kecamatan Seunagan Tumur, Nagan Raya,” ujar Muksin.

Kemudian, dugaan tindak pidana korupsi atau Pungli yang terjadi di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Nagan Raya dengan jumlah dua tersangka yaitu, Hendra selaku Plt Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya yang juga Ketua Tim tekhnis kegiatan pengelolaan kedelai bantuan pemerintah.

Serta, Liza, selaku tenaga kontrak/honorer Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya juga pembantu tim tekhnis kegiatan pengelolaan kedelai.

Selanjutnya kasus kasus dana desda (DD) dan ADG Gampong Bumi Sari, Kecamatan Beutong, Nagan Raya sebagai tersangka dua mantan Keuchik setempat.

Kasus dana desa itu melibatkan dua Keuchik Gampong yaitu mantan Pj Keuchik Bumi Sari, SM dan Keuchik definitif Gampong Bumi Sari Bk.

Dalam pengunaan dana tersebut sebagaian dialokasikan untuk insfrastruktur Gampong yang terdiri kegiatan penerobosan jalan pemukiman dan diduga ada yang fiktif.

“Selama 2018 ada tujuh kasus yang sudah tuntas, dari tujuh kasus tersebut berhasil menyelamankan kerugian negera sebesar Rp 765 juta, uang itu sudah diamankan di Bank menunggu putusan hukum terdawa baru dikembalikan ke negara,” tutup Kasi Pidsus Kejari Nagan Raya, Muksin,SH.[]

Penulis: Redaksi

Anda mungkin juga berminat

Comments
Loading...