Isak Tangis dan Duka Keluarga, Pemakaman Jenazah Covid-19 Sesuai Protokol Kesehatan

BLANGPIDIE, ACEHEKSPRE.COM – Setelah menunggu beberapa jam, tepatnya pukul 19.50 waktu setempat, lampu mobil Ambulance dengan nomor polisi BL 9046 AB terlihat dari kejauhan persimpangan,

Mobil berstiker Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh ini sebagai pertanda jenazah almarhum berinisial SK,54, tiba di rumah duka.

Almarhum positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini asli warga di salah satu gampong dalam Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

SK yang selama ini menetap di Kecamatan Lhueng Bata, Kota Banda Aceh, dinyatakan positif terjangkit Covid-19 dan meninggal dunia, Selasa, 15 September 2020.

“Iya, inisial SK,54, warga Banda Aceh dinyatakan positif Covid-19 dan telah meninggal dunia,

Permintaan keluarga almarhum dimakamkan di Abdya,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Abdya, Safliati SST M.Kes kepada ACEHEKSPRES.COM, Selasa, 15 September 2020.

Bukan tanpa alasan, pemakaman almarhum di Abdya dikarenakan SK berasal dari Abdya.

Oleh sebab itu, atas permintaan keluarga almarhum SK dimakamkan di Abdya dengan mengikuti protokol kesehatan tentang penanganan Covid-19.

“Keluarga SK sangat paham dan mengerti, sehingga pihak keluarga menyetujui dan sepakat jenazah SK dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan,” ujar Safliati.

Jenazah almarhum SK,54 disambut Isak tangis dan duka keluarga ketika bunyi sirine mobil Ambulance RSUZA Banda Aceh

Isak tangis keluarga yang ditinggalkannya mulai terdengar saat Ambulance yang membawa almarhum memasuki halaman perkarangan rumah duka,

lantas Ambulance itu pun diarahkan diparkir dibawah tenda yang telah disediakan pihak keluarga.

Setelah memastikan posisi tepat berada dibawah tenda berwarna kuning itu, sopir Ambulance langsung menarik rem tangan serta turun dari ambulance itu dengan menggunakan APD lengkap penanganan Covid-19.

Lantas seorang ustad berdiri didepan keluarga duka untuk memberi siraman rohani kepada keluarga dan masyarakat sekitar yang telah menunggu almarhum SK tiba.

Ucapan Berdeka Meninggal Ibunda Wabup Nara dari Pemkab Nara

“Kita doakan semoga almarhum ditempatkan di Syurga Nya Allah SWT,” sampai ustad tersebut didalam ceramahnya.

Setelah menyampaikan nasehat singkat, ustad berbaju merah pun langsung memimpin prosesi salat jenazah.

“Allahuakbar,” terdengar suara takbir ustad yang diikuti oleh keluarga dan para jamaah salat jenazah di halaman rumah duka.

Selanjutnya, setelah menunaikan fardhu kifayah itu, sopir bergegas menaiki kembali mobil ambulance untuk membawa jenazah SK ke tempat pengistirahatan terakhir, yaitu disalah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Blangpidie.

Mobil Ambulance pembawa jenazah SK pun melaju dan diikuti oleh Ambulan lainnya,

ya Ambulance berpenumpang berpakaian warna putih yaitu para petugas pemakaman yang telah menggunakan atribut APD lengkap.

Sesampainya di TPU, peti jenazah almarhum langsung ditandu oleh petugas pemakaman ke tepi liang lahat yang telah disiapkan.

Selanjutnya, dengan satu lampu berwarna putih sebagai penerang, petugas pemakaman jenazah positif Covid-19 yang telah menggenakan APD lengkap itupun melakukan fardhu kifayah terakhir,

yaitu prosesi pemakaman jenazah untuk dikebumikan. Proses pemakaman almarhum SK berjalan lancar dan haru hingga selesai.

“Atas nama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Abdya, kami ikut turut berbela sungkawa atas kepergian almarhum.

Semoga Allah menempatkannya di syurga Jannatun Na’im, Aamin,” kata Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Abdya, Amiruddin S.Pd kepada ACEHEKSPRES.COM dilokasi.

Pantauan ACEHEKSPRES.COM, prosesi pemakaman tersebut dihadiri keluarga almarhum SK,

Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Abdya, Amiruddin S.Pd yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya,

petugas pemakaman positif Covid-19, dan sejumlah warga yang ikut menyaksikan prosesi pemakaman.[]

Iklan Sosialisasi Covid-19 dari Pemkab Nagan Raya
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.