Ucapan Idhul Fitri 1440 KONI Nagan Raya

Ini Isi Petisi Yang Ditanda Tangani DPRK Nagan Raya, Terkait Penolakan PT.EMM

WTP 11 Nagan Raya

SUKA MAKMUE, ACEHEKSPRES.COM– Terkait aksi penolakan terhadap PT. Emas Mineral Murni (EMM) yang dilakukan didepan halaman kantor Dewan perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Senin 15 Oktober 2018.

Mendapat respon positif dengan persetujuan penanda tanganan petisi oleh 15 dari 25 anggota DPRK Nagan Raya yang diinformasikan pihak Koalisi Masyarakat Bersatu Menolak Tambang (Kombatan).

Para aktivis itu melakukan jumpa pers terkait aksi penolakan PT EMM di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nagan Raya kompleks perkantoran Suka Makmue, Selasa 16 Oktober 2018.

Dalam jumpa pers tersebut mereka menyampaikan upaya-upaya yang selama ini telah dilakukan untuk menolak kehadiran PT EMM, dan langkah-langkah yang akan ditempuh guna mencapai keberhasilan penolakan perusahaan tambang emas itu.

Berikut isi petisi yang telah ditanda tangani 15 anggota DPRK Nagan Raya:

Surat Kesepakatan Bersama
Kami masing-masing yang bertanda tangan dibawah ini mewakili masyarakat Kabupaten Nagan Raya adalah Ketua, wakil ketua, beserta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Nagan Raya dan KOMBATAN (Koalisi Masyarakat Bersatu Tolak Tambang) PT. Emas Mineral Murni di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya pada hari ini Tanggal 15 Oktober 2018.

melakukan penanda tanganan kesepakatan bersama berupa pernyataan sikap menyangkut keberadaan PT. Emas Mineral Murni Di Nagan Raya dengan ini menyatkan.

1.Menolak kehadiran perusahaan PT. EMas Mineral Murni dan perusahaan tambang lainnya untuk beroperasi di kabupaten Nagan Raya dengan segala resiko dan alasan apapun karena akan berdampak sangat luas terhadap kerusakan lingkungan dan merusak paru-paru dunia, karena pegunungan Beutong Ateuh Banggalang adalah bagian dari gunung lauser penyangga keseimbangan dunia.

2.Mendesak Presiden untuk mencopot menteri ESDM karena telah semena-mena mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi PT. EMas Mineral Murni (PT. EMM) pada tanggal 9 Juli 2018), dengan luas area konsensi 10.000 Hektar.

Lokasi izin berada di Area Penggunaan lain (APL) seluas 2.779 Ha, hutan lindung 4.709 Ha, Wilayah usaha terletak dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) seluas 2.478 Ha yang terdiri dari APL 1.205 Ha dan HL 1.273 Ha. Lokasi PT. EMM berada di 2 (dua) kecamatan, yaitu Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya dan Kecamatan Pengasing, Kabupaten Aceh Tengah, karena telah menggangkangi UUPA kekhususan Aceh.

3.Meminta kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membatalkan Amdal PT. Emas Mineral Murni (PT. EMM).

4.Meminta kepada Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk menghentikan aktifitas yang sedang dan akan dilakukan oleh PT. Emas Mineral Murni (PT. EMM).

5.Meminta kepada Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk melakukan evaluasi dan mencabut izin usaha pertambangan PT EMas Mineral Murni (PT. EMM).

6.Meminta kepad pemerintah Aceh menyurati Pemerintah Pusat untuk menolak dan mencabut izin.

Demikian kesepakatan ini kami perbuat dengan sebenarnya tanpa unsure paksaan dan rekayasa dari pihak manapun, akan tetapi untuk menghindari terjadinya persoalan dan permasalahan ditengah-tengah masyarakat dimasa yang akan datang, kepada pihak terkait menyangkut PT. Emas Mineral Murni dan Perusahaan lainnya agar dapat dimakluminya.

Dengan ditanda tangani petisi ini oleh 15 anggota DPRK Nagan Raya Ketua Generasi Beutong Ateuh Banggalang (GBAB) Zakaria salah seorang anggota yang tergabung dalam Kombatan berharap pemerintah Aceh bahkan Pemerintah Pusat untuk segera mengabulkan permintaan masyarakat terkait pencabutan izin PT. EMM sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Kita berharap pemerintah Aceh bahkan kepada pemerintah pusat untuk segera mencabut izin PT. EMM itu, karena ini bukan hanya kepentingan segelintir kelompok, ini semata-mata untuk menyelamatkan tanah indatu masyarakat Nagan Raya terutama masyarakat Beutong Ateuh Banggalang dan kalau ini tidak dihiraukan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”ucapnya.[]

Penulis: Bahariandy Mahardeka
Editor: Redaksi

Iklan HUT 17 Nagan Raya
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...