Diduga Palsukan Tanda Tangan Bantuan Covid-19, Warga Aceh Selatan Polisikan Oknum Keuchik

TAPAKTUAN, ACEHEKSPRES.COM – Warga Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan melaporkan oknum Keuchik yang diduga terlibat dalam memalsukan tanda tangan penerima bantuan Covid-19 ke Polres Aceh Selatan, Selasa 2 Juni 2020.

Dalam aduan tersebut warga didampingi Kuasa Hukumnya dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Avokasi dan Keadilan Aceh (YLBH AKA) distrik Aceh Barat Daya (Abdya).

Direktur Eksekutif YLBH AKA Abdya, Rahmat, S.Sy.,CPCLE., bersama rekannya Pujiaman, S.H., dan Rahmad Kurniadi, S.H., mengatakan, pihaknya beserta sejumlah masyarakat mendatangi Polres Aceh Selatan untuk membuat laporan berdasarkan surat kuasa tanggal 3 Mei 2020.

“Laporan terkait dugaan pemalsuan tanda tangan, dan laporannya telah diterima melalui SPKT Polres Aceh Selatan dengan bukti tanda terima pelaporan bernomor : STPL/21/6/2020/SPKT,” kata Direktur Eksekutif YLBH AKA Abdya Rahmat

Rahmat juga menyampaikan, sejumlah masyarakat dan Keuchik Gampong Kuta Trieng diduga juga ikut terlibat dalam memalsukan tanda tangan pengalihan bantuan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Tindakan tersebut telah diatur dalam Pasal 263 KUHP dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Gampong Kuta Trieng yang merasa dirugikan atas tindakan pemalsuan tanga tangan, agar segera membuat laporan dan YLBH AKA Distrik Abdya siap mendampingi para pencari keadilan,” katanya

Salah satu korban berinisial KRS (41), mengatakan, korban pemalsuan tanda tangan tersebut bukan hanya dia saja, tetapi juga dialami oleh masyarakat lain yang saat ini belum membuat laporan.

Ucapan Berdeka Meninggal Ibunda Wabup Nara dari Pemkab Nara

“Saya yakin dalam beberapa hari kedepan akan ada masyarakat lain yang melapor karena merasa ikut dirugikan atas tindakan pemalsuan tanda tangan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Kuta Trieng, Yuhanda, dihubungi via telepon seluler menjelaskan, pengalihan bantuan Covid-19 tersebut dikarenakan beberapa penerima telah terdaftar namanya di bantuan dari Dinas Sosial dan bantuan lain.

“Kami menjalankan tugas sesuai aturan, batuan sembako yang dikirim pemerintah daerah sudah dipaket, dan diberikan pada penerima dengan syarat yang benar-benar membutuhkan dan tidak boleh diberikan kepada yang sudah menerima bantuan lain, walaupun namanya ikut tertera,” kata Keuchik Yuhanda, Rabu 3 2020.

Yuhanda menambahkan, aparatur gampong setempat memutuskan untuk membagikan bantuan tersebut kepada masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan lain dan yang membutuhkan.

”Kami alihkan bantuan itu juga untuk masyarakat, kalau itu juga salah kami menyerah, kecuali sembako tersebut kami bawa pulang ke rumah kami,” tegasnya

Yuhanda juga menyanggah terkait adanya dugaan pemalsuan tanda tangan terhadapnya, dan mengaku dirinya merasa tidak pernah menandatangani terkait penerima bantuan yang bersumber dari pemerintah daerah.

“Yang tanda tangan bukan saya, yang tanda tangan itu penerima bantuan yang telah dialihkan sesuai dengan musyawarah,” tegasnya lagi

Yuhanda juga mengaku telah melakukan mediasi dan musyawarah dengan perangkat Gampong Kuta Trieng di kantor Keuchik setempat, kemudian selanjutnya di aula Kantor Camat Labuhan Haji Barat yang turut dihadiri oleh perwakila  dari Dinas Sosial dengan hasil tidak masalah.[]

Iklan Sosialisasi Covid-19 dari Pemkab Nagan Raya
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.