di Banda Aceh, Setelah Salat Tarawih Warung Kopi di Serbu Pengunjung

Iklan Pelantikan DPRK

BANDA ACEH, ACEHEKSPRES.COM– Malam itu, puluhan roda dua berjejer rapi diterangi lampu pijar berwarna kuning. Sementara diseberang jalan belasan roda empat berbaris disampingnya.

Dari kejauhan tampak puluhan meja sudah dipenuhi orang yang sebagian berpakaian koko lengkap dengan peci.

Pemadangan keramaian itu hampir diseluruh warung kopi di Banda Aceh usai melaksanakan ibadah salat tarawih.

Di Aceh minum kopi memang sudah dianggap kewajiban, maka tidak heran jika saat bulan suci Ramadan, usai salat tarawih banyak masyarakat yang memenuhi warung kopi.

Warung kopi Solong Mini yang berada di kawasan Lampineung Banda Aceh ini misalnya, usai salat tarawih warung yang sudah melagenda ini dipenuhi pengunjung.

Meskipun saat salat tarawih berlangsung, seluruh warung kopi yang ada di Banda Aceh dilarang untuk berjualan, hal ini sebagaimana dikeluarkannya edaran larangan oleh pemerintah kota Banda Aceh.

Rahmat, salah satu pekerja di Solong Mini mengatakan, warungnya dibuka pada pukul 22.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB.

“Buka habis salat tarawih, kalau saat terawih warung ditutup, siang hari memang tutup,” kata Rahmat sambil berlalu melayani pelanggan, Selasa 22 Meil 2018.

Sementara itu, Ade salah satu pelanggan Kopi Solong mengaku hampir setiap malam usai salat tarawih singah di Warkop Solong Mini (Solmin). Sebab, kata Ade selama bulan Ramadan saat siang hari dirinya berpuasa.

“Jadi berbeda dengan hari biasanya, minum kopi hanya bisa saat malam hari,” ujar Ade.

Ade yang malam itu ditemui sedang bersama temannya menilai minum kopi bukan hanya sekedar merasakan nikmatnya sihitam manis itu. Tapi ada makna lain yang ada pada masyarakat terhadap kopi itu sendiri.

“Selain menikmati kopinya, diwarung kopi kita bisa silaturahmi juga, ini sudah menjadi tradisi kami,” pungkas Ade.

Berdasarkan amatan, dikawasan lampineung Banda Aceh yang terkenal dengan banyak warung kopi dengan beranekaragam dan pilihan dipenuhi pengunjung yang mayoritasnya laki-laki mulai anak muda hingga orang dewasa. Uniknya saat bulan Ramadan, beberapa pengunjung ada yang masih memakai kain sarung lengkap dengan peci dan baju Koko.[]

Penulis: Fahzian Aldevan
Editor: Redaksi

Iklan Ucapan Selamat DPRK dari PT Socfindo Seumanyam

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.