32 Peserta Ikut Latihan PHP di BLKK Dayah Nihayatul Muhtaj

BLANGPIDIE, ACEHEKSPRES.COM – Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Pengolahan Hasil Perikanan (PHP) Dayah Nihayatul Muhtaj mulai menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetisi (PBK) Kejuruan Pengolahan Hasil Perikanan, Jumat, 23 Oktober 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan di BLKK Dayah Nihayatul Muhtaj, Gampong Padang Bak Jeumpa, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan digelar selama 16 hari, terhitung sejak tanggal 23 Oktober hingga 7 November 2020 mendatang.

Pelatihan tersebut dengan menganakan protocol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan, jaga jarak guna memutus mata rantai Corona Virus Disease 2019 (COVID-10).

Kegiatan itu diikuti oleh 32 orang peserta, para peserta bukan saja berasal dari kabupaten bertuan tanah Teuku Peukan, akan tetapi juga diikuti oleh peserta yang berasal dari Kabupaten Aceh Selatan

Pelatihan pengolahan hasil perikanan dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas serta kompetensi SDM kelautan dan perikanan dalam mendukung program peningkatan produksi pengolahan hasil perikanan.

Kasi Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial DPMPTSP Narkerstran Abdya, Rita Fadilah mengatakan, kiranya agar para peserta pelatihan benar-benar dan serius mengikuti semua sesi materi, sehingga kegiatan tersebut tidak sia-sia.

Iklan Pelantikan Gebernur Nova 2020 dari Pemkab Nara

“Di sini para peserta dapat mengetahui ilmu pengetahuan dasar pengolahan ikan, menambah diversifikasi atau macam olahan ikan, di samping sebagai peningkatan pola makan ikan,

penanganan stunting, hingga diharapkan dapat menambah penghasilan melalui menu-menu olahan ikan yang akan dipelajari,” kata Rita

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Dayah Nihayatul Muhtaj, Abiya Nawawi Hakimis menyampaikan, setelah para peserta selesai mengikuti seluruh proses dan materi pelatihan nantinya, ia berharap agar para peserta mampu membuka usaha sendiri.

“Santri pada zaman dulu tidak hanya menimba ilmu kepada giru atau abu saja, tetapi juga turut terlibat membantu sekalian belajar aktivitas lain, seperti berkebun, bercocok tanam,

berdagang atau membuka usaha. Dengan sistem seperti itu, santri mendapatkan bekal ilmu agama sekaligus pengalaman berkebun, bercocok tanam, berdagang, dan lain sebagainya.

Kita berharap nantinya para santri yang keluar dari Ponpes, dapat menjadi ulama yang memiliki keterampilan lain guna menunjang kemaslahatan umat secara bersama,” pungkas Abiya Nawawi Hakimis.

Pada acara pembukaan Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan ikut dihadiri Keuchik Padang Bak Jeumpa, Instruktur BLK Lokal dan Luar, Ridwan Adami, Satria dan para Asisten Instruktur lainnya.[]

Iklan Cuci Tanggan COVID-19 Nagan Raya
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.